KIMIA MEDISINAL 3

Antibiotik merupakan obat untuk mengatasi infeksi bakteri dari bahan kimiawi yang dihasilkan oleh organisme seperti bakteri dan jamur, yang biasanya dapat membunuh bakteri (bakterisidal) dan menghambat pertumbuhan bakteri (bakteriostatik), maupun mikroorganisme lain.
Resistensi antibiotik merupakan suatu kemampuan bakteri yang menjadi kebal terhadap antibiotik sehingga tidak dapat lagi dibunuh maupun dihambat pertumbuhannya dan fungsi dari antibiotik tidak lagi bekerja pada tubuh. Bakteri yang sudah kebal terhadap antibiotik dapat menular dari satu orang ke orang lain. Selain itu, “kekebalan” yang dimiliki oleh satu bakteri dapat ditularkan ke bakteri lain. 

Komentar

  1. Dimateri dijelaskan Resistensi antibiotik merupakan suatu kemampuan bakteri yang menjadi kebal terhadap antibiotik, pertanyaan nya kenapa antibiotik itu sendiri yang dapat membuat suatu bakteri tersebut kebal padahal antibiotik merupakan obat untuk mengatasi infeksi bakteri dan bagaimana mekanisme dari antibiotik tersebut sampai bisa mengalami resistensi antibiotik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam pengobatan menggunakan antibiotik, konsumsi antibiotik dapat memicu terjadinya resistensi jika digunakan terlalu sering atau tidak sesuai indikasi, bakteri yang selamat dari pengaruh antibiotik akan berkembang biak dan menyebar. Namun, bukan antibiotik itu sendiri yang membuat bakteri menjadi resisten. Beberapa jenis bakteri dapat memiliki sifat resistensi antibiotik karena memiliki mekanisme pertahanan yang sudah ada sebelumnya, jika bakteri ini kemudian ditularkan ke orang lain atau di tempat lain, maka bakteri tersebut dapat menularkan resistensi antibiotik. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik harus dilakukan secara bijak dan hanya pada kasus infeksi bakteri yang memang memerlukan penggunaan antibiotik.
      Mekanisme antibiotik menjadi resisten dapat terjadi melalui beberapa cara, di antaranya yaitu :
      1. Mutasi genetik yang membuatnya tahan terhadap antibiotik tertentu, dapat terjadi secara alami atau akibat paparan antibiotik.
      2. Transfer genetik/DNA resisten dari satu bakteri ke bakteri lain melalui proses konjugasi, transformasi, atau transduksi. Hal ini dapat menyebabkan bakteri yang sebelumnya hanya sensitif menjadi resisten terhadap antibiotik tertentu.

      Hapus
  2. Resistensi aktif sendiri adalah hasil evolusi bakteri untuk mempertahankan diri dari antibiotik akibat mutasi gen atau transfer dna , bagaimana jika bakteri tersebut tidak mengalami mutasi gen atau transfer dna tetapi bakteri tersebut dapat mempertahankan diri terhadap antibiotik apakah masih bisa disebut resistensi aktif dan jelaskan kenapa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika bakteri tersebut tidak mengalami mutasi gen atau transfer DNA, tetapi masih dapat mempertahankan diri terhadap antibiotik, maka bakteri tersebut masih bisa disebut sebagai resistensi aktif.
      Karena meskipun bakteri tidak mengalami mutasi gen atau transfer DNA, ada beberapa jenis bakteri yang memiliki dinding sel tebal, sehingga antibiotik sulit masuk ke dalam sel dan tidak efektif dalam membunuh bakteri, lalu beberapa bakteri juga memiliki kemampuan untuk memompa antibiotik keluar dari sel mereka melalui protein transpor khusus, dan juga menghasilkan enzim yang dapat menghancurkan atau mengubah antibiotik tersebut sebelum mencapai targetnya, sehingga bakteri tetap dapat menjadi resisten terhadap antibiotik. Oleh karena itu, mereka masih bisa disebut sebagai resistensi aktif terhadap antibiotik.

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Apakah suatu bakteri dapat mempunyai sifat resistensi terhadap antibiotik apabila bakteri tersebut tidan mempunyai komposisi genetik seperti mutasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suatu bakteri tetap dapat mempunyai sifat resistensi terhadap antibiotik, jika tidak mempunyai komposisi genetik mutasi.
      Hal ini dapat terjadi karena ada beberapa cara lain, di mana bakteri dapat memperoleh resistensi terhadap antibiotik. Salah satunya dengan mengambil gen resistensi dari bakteri lain melalui proses transfer gen horizontal seperti konjugasi (bakteri dapat mentransfer plasmid resistensi antibiotik ke bakteri lain melalui kontak langsung), transformasi (transfer DNA bakteri lain yang berasal dari lingkungan alami seperti tanah atau air, maupun di dalam tubuh manusia atau hewan yang terinfeksi), dan transduksi (transfer bakteri melalui bakteriofag, virus yang menginfeksi bakteri akan mengambil DNA dari bakteri yang terinfeksi dan memasukkannya ke dalam bakteri lain, kemudian menjadi resisten terhadap antibiotik).
      Jadi, meskipun mutasi genetik adalah salah satu cara di mana bakteri dapat mengembangkan resistensi terhadap antibiotik, ada juga banyak cara lain di mana bakteri dapat memperoleh resistensi tanpa perlu mengalami mutasi genetik.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIMIA MEDISINAL 14

KIMIA MEDISINAL 12

METODE FARMAKOLOGI 5